Senin, 02 Juni 2014

Media Pembelajaran Sejarah



Oleh : Rusdi Az Zanky
A.  Pendahuluan
Perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi, mengharuskan pembaharuan secara menyeluruh dalam bidang kehidupan, khususnya dalam bidang pendidikan yang mutlak diperlukan untuk meningkatkan SDM yang mampu bersaing dalam dunia global. Menigkatnya tuntutan akan mutu dan perbaikan pendidikan, tentang profesionalisme pendidik juga menjadi wacana kekinian dalam dunia pendidikan. Guru sebagai pendidik merupakan pilar utama yang secara langsung berinteraksi dengan peserta didik dalam proses pembelajran. Sehingga sudah menjadi suatu kewajiban bagi pendidik untuk memiliki kompetensi pedagogik.
Kompetensi pedagogik seorang pendidik dituntut mampu memamfaatkan penggunaan media pembelajaran sebagai proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu kepenerima pesan yang dalam hal ini adalah peserta didik. Pesan yang akan disampaikan melalui media merupakan isi materi yang termuat dalam kurikulum. (Sadiman dkk 2008: 15).
Pendidikan sejarah di era global dewasa ini menghadapi tantangan dan dituntut kontribusinya untuk lebih menumbuhkan kesadaran sejarah, baik pada posisinya sebagai anggota masyarakat maupun wara negara, serta mengembangkan samangat kebangsaan daan cinta tanahair tanpa mengabaikan rasa kebersamaan dalam kehidupan antar bangsa di dunia. Pendidikan sejarah dapat meningkatkan kesadaran sejarah guna membangun kepribadian dan sikap mental peserta didik, serta membangkitkan kesadaran akan suatu dimensi yang paling mendasar dari kebersamaan manusia, yakni kontinuitas.
Media pembelajaran yang dapat digunakan pada umumnya memiliki berbagai variasi dan dapat digunakan pada seluruh mata pelajaran di sekolah, khususnya mata pelajaran sejarah. Dalam pembuatan media pembelajaran sejarah kreativitas pendidik sangat mutlak diperlukan, dengan mengangkat aspek-aspek kijiwaan dari peristiwa sejarah tersebut. Sehingga pembelajaran sejarah menjadi lebih bermakna dan berpeluang mewujudkan pembelajaran sejarah yang sarat dengan ide,nilai, dan jiwa historis yang sangat dibutuhkan oleh siswa.

B.  Batasan Arti Media
Kata media berasal dari bahasa latin yaitu jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan . Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media, yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir, menurut Gagne .
Sedangkan menurut Brigs media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Jadi, media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima  sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Latuheru menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna.
Pengertian Media, Kata media berasal dari bahasa Latin Medius yang secara harfiah berarti ”Tengah”, ”Perantara”, atau ”Pengantar”. Dalam bahasa arab ”Media” adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach & Ely menyatakan bahwa ”media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian, yang membangun kondisi yang membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap”. Berdasarkan pengertian tersebut maka yang dimaksud media diantaranya adalah guru, buku teks, dan lingkungan sekolah.
Sementara itu Romiszowki (dalam Darmojo,1991:8) mengatakan bahwa ”media ialah pembawa pesan yang berasal dari suatu sumber pesan (yang dapat berupa orang atau benda) kepada penerima pesan”. Adapun yang dimakud penerima pesan adalah siswa. Jadi media merupakan suatu perantara untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada siswa.
Tokoh lain juga ada yang mengemukakan bahwa media juga bisa disebut sebagai wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan. Jadi media disini digunakan sebagai penjelas terhadap pesan yang disampaikan, sehingga penerima pesan akan menerima dengan jelas pesan yang diterima dengan bantuan media . Dari pengertian media di atas maka dapat disimpulkan bahwa media adalah pembawa pesan yang berasal dari sumber pesan kepada penerima pesan yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi yng diajarkan serta sarana komunikasi dari guru kepada siswa.
C.  Klasifikasi Media
Pada umumnya jenis media pembelajaran sangat bervariasi, diantaranya seperti media berprogram manusia, program cetakan, program visual, [rogram audio visual, dan program computer. 
Menurut Bretz dan Briggs mengemukakan bahwa klasifikasi media digolongkan menjadi 4 kelompok yaitu media audio, media visual, media audo visual, dan media serbaneka.
1)      Media Audio
Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indra pendengaran.contoh media yang dapat dikelompokkan dalam media audio diantarany : radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dll.
2)      Media Visual
Media visual yaitu media yang mengandalkan indra penglihat. Media visual dibedakan menjadi dua yaitu :
a)      Media visual diam contohnya foto, grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan lain- lain.

Gambar 01. Poster Kondisi Sosial Masyarakat Era Penjajahan

Gambar 02. Karikatur Perang Pangeran Diponegoro
Gambar 03. Bagan Sistem Pelapisan Sosial pada Masa Kolonial Belanda


Gambar 04. Diagram Tentang Prosentasi Gugurnya Para Pejuang dalam PD II
Gambar 05. Grafik Jumlah Penduduk Jakarta

Gambar 06. Peta Dinding Wilayah Hindia Belanda



Gambar 06. Peta Sketa Lokasi Perlawanan Terhadap Kolonial Belanda

            Contoh media visual lainnya adalah Power Point  merupakan program aplikasi di bawah Micrisoft Office yang dirancang khusus untuk menyampaikan presentasi dalam bentuk slide. Dan lain sebagainya.

3)      Media audio visual
Media audiovisual merupakan media yang mampu menampilkan suara dan gambar. Media audiovisual diam diantaranya TV diam, film rangkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara. Media audio visual gerak diantaranya film TV,  film bersuara, gambar bersuara, dll.

4)       Media Serbaneka
Media serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contoh media serbaneka diantaranya : Papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
a)    Papan (board) yang termasuk dalam media ini diantaranya : papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
b)   Media tiga dimensi diantaranya : model, mock up, dan diorama
c)     Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya . Sumber belajar pada masyarakat diantaranya dengan karya wisata dan berkemah

D.  Manfaat Media
Latuheru (1988) menyatakan bahwa media dalam proses pembelajaran memliki manfaat sebagai berikut :
a)      media pembelajaran berguna menarik minat siswa terhadap materi  pembelajaran yang disajikan,
b)      media pembelajaran berguna dalam hal meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan,
c)      media pembelajaran mampu menyajikan data yang kuat dan terpercaya .
Heinich, Malenda, Russel (1982) dalam Ilda Prayitno (1989) mengemukakan keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
a)         Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya.
b)        Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.
c)         Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar.
d)        Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan.
e)         Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam.
f)         Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa.

E.  Manfaat positif dari penggunaan media
Media dapat diposisikan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran di kelas, dimana memiliki manfaat positif sebagai berikut:
a)      Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama.
b)      Pengajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memperhatikan.
c)      Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik, dan penguatan.
d)     Lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinannya dapat diserap oleh siswa.
e)      Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan
f)       Pengajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan.
g)      Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
h)      Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif,dalam proses belajar mengajar.





F.   Daftar Bacaan
Anni, Catharina T. dkk. 2004. Psikologi Belajar .Semarang: UPT MKK UNNES.
Arikunto, Suharsimi. 2008. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Arsyad, Ashar. 1996. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sadiman,   dkk.   2008.   Media   Pendidikan:   Pengertian,   Pengembangan,   dan
Pemanfaatan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.