Oleh : Rusdi Az Zanky
A. Pendahuluan
Perkembangan ilmu pegetahuan
dan teknologi, mengharuskan pembaharuan secara menyeluruh dalam bidang
kehidupan, khususnya dalam bidang pendidikan yang mutlak diperlukan untuk
meningkatkan SDM yang mampu bersaing dalam dunia global. Menigkatnya tuntutan
akan mutu dan perbaikan pendidikan, tentang profesionalisme pendidik juga
menjadi wacana kekinian dalam dunia pendidikan. Guru sebagai pendidik merupakan
pilar utama yang secara langsung berinteraksi dengan peserta didik dalam proses
pembelajran. Sehingga sudah menjadi suatu kewajiban bagi pendidik untuk
memiliki kompetensi pedagogik.
Kompetensi pedagogik seorang
pendidik dituntut mampu memamfaatkan penggunaan media pembelajaran sebagai
proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui
saluran atau media tertentu kepenerima pesan yang dalam hal ini adalah peserta
didik. Pesan yang akan disampaikan melalui media merupakan isi materi yang
termuat dalam kurikulum. (Sadiman dkk 2008: 15).
Pendidikan sejarah di era
global dewasa ini menghadapi tantangan dan dituntut kontribusinya untuk lebih
menumbuhkan kesadaran sejarah, baik pada posisinya sebagai anggota masyarakat
maupun wara negara, serta mengembangkan samangat kebangsaan daan cinta tanahair
tanpa mengabaikan rasa kebersamaan dalam kehidupan antar bangsa di dunia.
Pendidikan sejarah dapat meningkatkan kesadaran sejarah guna membangun
kepribadian dan sikap mental peserta didik, serta membangkitkan kesadaran akan
suatu dimensi yang paling mendasar dari kebersamaan manusia, yakni kontinuitas.
Media pembelajaran yang dapat
digunakan pada umumnya memiliki berbagai variasi dan dapat digunakan pada
seluruh mata pelajaran di sekolah, khususnya mata pelajaran sejarah. Dalam
pembuatan media pembelajaran sejarah kreativitas pendidik sangat mutlak
diperlukan, dengan mengangkat aspek-aspek kijiwaan dari peristiwa sejarah
tersebut. Sehingga pembelajaran sejarah menjadi lebih bermakna dan berpeluang
mewujudkan pembelajaran sejarah yang sarat dengan ide,nilai, dan jiwa historis
yang sangat dibutuhkan oleh siswa.
B. Batasan Arti Media
Kata media berasal dari bahasa latin
yaitu jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar.
Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan . Secara
umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media, yaitu berbagai jenis
komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir,
menurut Gagne .
Sedangkan menurut Brigs media adalah
segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk
belajar. Jadi, media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang
pikiran, perasaan, minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar
terjadi.
Latuheru menyatakan bahwa media
pembelajaran adalah bahan, alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan
belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara
guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna.
Pengertian Media, Kata media berasal
dari bahasa Latin Medius yang secara harfiah berarti ”Tengah”, ”Perantara”,
atau ”Pengantar”. Dalam bahasa arab ”Media” adalah perantara atau pengantar
pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach & Ely menyatakan bahwa
”media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau
kejadian, yang membangun kondisi yang membuat peserta didik mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan atau sikap”. Berdasarkan pengertian tersebut maka
yang dimaksud media diantaranya adalah guru, buku teks, dan lingkungan sekolah.
Sementara itu Romiszowki (dalam
Darmojo,1991:8) mengatakan bahwa ”media ialah pembawa pesan yang berasal dari
suatu sumber pesan (yang dapat berupa orang atau benda) kepada penerima pesan”.
Adapun yang dimakud penerima pesan adalah siswa. Jadi media merupakan suatu
perantara untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada siswa.
Tokoh lain juga ada yang
mengemukakan bahwa media juga bisa disebut sebagai wahana penyalur informasi
belajar atau penyalur pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan. Jadi media
disini digunakan sebagai penjelas terhadap pesan yang disampaikan, sehingga
penerima pesan akan menerima dengan jelas pesan yang diterima dengan bantuan
media . Dari pengertian media di atas maka dapat disimpulkan bahwa media adalah
pembawa pesan yang berasal dari sumber pesan kepada penerima pesan yang dapat
digunakan untuk menyampaikan materi yng diajarkan serta sarana komunikasi dari
guru kepada siswa.
C. Klasifikasi Media
Pada umumnya jenis media pembelajaran sangat bervariasi, diantaranya
seperti media berprogram manusia, program cetakan, program visual, [rogram
audio visual, dan program computer.
Menurut Bretz dan Briggs
mengemukakan bahwa klasifikasi media digolongkan menjadi 4 kelompok yaitu media
audio, media visual, media audo visual, dan media serbaneka.
1) Media Audio
Media audio berfungsi untuk
menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio
berkaitan erat dengan indra pendengaran.contoh media yang dapat dikelompokkan
dalam media audio diantarany : radio, tape recorder, telepon, laboratorium
bahasa, dll.
2) Media Visual
Media visual yaitu media yang
mengandalkan indra penglihat. Media visual dibedakan menjadi dua yaitu :
a)
Media visual diam contohnya foto, grafik, bagan,
diagram, poster, peta, dan lain- lain.
Gambar 01. Poster Kondisi Sosial Masyarakat Era
Penjajahan
Gambar 02. Karikatur Perang Pangeran Diponegoro
Gambar 03. Bagan Sistem Pelapisan Sosial pada Masa Kolonial Belanda
Gambar 04. Diagram Tentang Prosentasi Gugurnya Para Pejuang dalam PD II
Gambar 05.
Grafik Jumlah Penduduk Jakarta
Gambar 06. Peta
Dinding Wilayah Hindia Belanda
Gambar 06. Peta Sketa Lokasi Perlawanan Terhadap
Kolonial Belanda
Contoh media visual
lainnya adalah Power Point merupakan program aplikasi di bawah Micrisoft Office yang dirancang khusus
untuk menyampaikan presentasi dalam bentuk slide. Dan lain sebagainya.
3)
Media audio visual
Media audiovisual merupakan media
yang mampu menampilkan suara dan gambar. Media audiovisual diam diantaranya TV
diam, film rangkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara. Media audio visual
gerak diantaranya film TV, film
bersuara, gambar bersuara, dll.
4)
Media Serbaneka
Media serbaneka merupakan suatu
media yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau
di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media
pengajaran. Contoh media serbaneka diantaranya : Papan tulis, media tiga dimensi,
realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
a)
Papan (board)
yang termasuk dalam media ini diantaranya : papan tulis, papan buletin, papan
flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
b)
Media tiga dimensi diantaranya : model, mock up, dan
diorama
c)
Realita adalah
benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya . Sumber belajar pada
masyarakat diantaranya dengan karya wisata dan berkemah
D. Manfaat Media
Latuheru (1988) menyatakan bahwa media
dalam proses pembelajaran memliki manfaat sebagai berikut :
a)
media pembelajaran berguna menarik minat siswa
terhadap materi pembelajaran yang disajikan,
b)
media pembelajaran berguna dalam hal meningkatkan
pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan,
c)
media pembelajaran mampu menyajikan data yang kuat dan
terpercaya .
Heinich, Malenda, Russel (1982)
dalam Ilda Prayitno (1989) mengemukakan keuntungan penggunaan media dalam
pembelajaran adalah sebagai berikut :
a)
Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang
bersifat konseptual, sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam
mempelajarinya.
b)
Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.
c)
Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang
aktivitas diri sendiri untuk belajar.
d)
Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan.
e)
Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah
didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam
dan beragam.
f)
Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk
proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa.
E. Manfaat positif dari penggunaan media
Media dapat diposisikan sebagai
bagian integral dari proses pembelajaran di kelas, dimana memiliki manfaat
positif sebagai berikut:
a)
Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. Setiap
pelajar yang melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang
sama.
b)
Pengajaran bisa lebih menarik. Media dapat
diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan
memperhatikan.
c)
Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan
diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam
hal partisipasi siswa, umpan balik, dan penguatan.
d)
Lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat
dipersingkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang
cukup banyak dan kemungkinannya dapat diserap oleh siswa.
e)
Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan
f)
Pengajaran dapat diberikan kapan dan dimana
diinginkan.
g)
Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari
dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
h)
Peran guru dapat berubah kearah yang lebih
positif,dalam proses belajar mengajar.
F. Daftar Bacaan
Anni, Catharina T. dkk. 2004. Psikologi Belajar .Semarang: UPT MKK UNNES.
Arikunto,
Suharsimi. 2008. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.
Jakarta: Bumi Aksara
Arsyad, Ashar. 1996. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sadiman, dkk. 2008. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan
Pemanfaatan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.